It hurts..
Meskipun kau menunjukan senyum cerahmu, meskipun
kau menunjukan tawa riangmu, meskipun kau menunjukan sikap childishmu di depan
semua orang.
Kalau kau berada sendirian di tempat yang hanya
kau tahu dimana letaknya, kau juga akan membuat ekspresi kasihan.
Kau tidak bisa menangis dan kau tidak bisa
mengeluh.
Karena kau pikir ada suatu cerita yang bisa di
ceritakan atau tidak.
Dan kau memilih untuk menyimpannya sendiri..
Dan itu menyakitkan, karena walaupun kau
bercerita pada temanmu ,kau tetap tidak bisa mengubah perasaanmu.
Itu menyakitkan..kau bisa rasakan itu..
WHEN SULLI GOT HER
JEALOUS
Cast/Pairing : Minho/Sulli, slight! Minho/Krystal
Genre : Hurt/Romance
Rated : T
Summary : “
–Ketika Sulli kalah, dan terpaksa harus merasa cemburu sendirian,,”
Disclamer : Own nothing, except the plot
[First song In My Room
– SHINee]
Kau bisa tunjukan semua kemanisanmu, senyum
ceriamu, tingkah lucumu, tawa riangmu di luar sana. Tetapi ketika hanya berada di ruanganmu
sendiri seperti ini, bisakah kau melakukan itu?
Pada siapa kau tertawa? Tersenyum? Dan
bertingkah lucu ketika kau hanya sendiri seperti ini?
Ini bukan masalah dimana kau kesepian atau
membutuhkan seseorang untuk menangis, ini masalah ketika kau bingung harus
berbuat apa.
Masalah ketika kau berpikir harus kau apakan
perasaanmu sendiri.
Dan anggaplah permasalahan yang hanya bisa kau
lakukan dan kau ingat di ruanganmu ini adalah masalah cinta.
Membuatmu harus benar-benar menjadi seorang
aktris tangguh yang bisa membohongi semua orang dengan aktingmu, dan kembali
menjadi dirimu semula ketika kau berada di ruanganmu ini –sendirian.
Memang lebih baik sendiri –kau pikir. Kau bisa meluapkan semua emosimu. Dengan tulisan, dengan lukisan, nyanyian.
Bukan berarti kau tidak butuh teman, tapi untuk
saat ini kau berharap hanya kau yang bisa menyelesaikan masalahmu ini, di ruanganmu ini.
Kau mengingat segalanya..
Ketika awal kau mengenal dia, ketika kau merasa
bingung dengan dirimu sendiri, dan ketika kau merasa gerah ketika kau tahu
bahwa seorang temanmu juga menyukainya.
Ini jelas menyakitkan..
Ketika hanya kau sendiri yang merasa bisa
melihat senyumnya, kini kau harus menerima bahwa bukan hanya kau saja yang bisa
melihat senyumnya.
Kau menahan semua perasaanmu ketika tahu bahwa
bukan hanya temanmu saja yang menyukainya, masih banyak gadis lain yang juga
menyukainya.
Kau ingin menangis, kau ingin mengeluh.
Pada siapa? Kau memutuskan untuk diam dan
menyimpan semuanya. Di ruanganmu
dan dirimu sendiri.
–Sulli menutup buku hariannya dan menutup
wajahnya dengan kedua tangannya.
Apa-apaan barusan? Ia menyalahkan temannya
lagi? Menyalahkan Krystal? Oh –ayolah, ia bukan anak-anak sekarang.
[Second song Quasimodo
– SHINee]
Sebenarnya Sulli tidak menyesal kalau Krystal
juga menyukai Minho. Minho memang
tampan, dan merupakan laki-laki –menuju sempurna.
Ia memaklumi, tapi tetap saja. Walaupun begitu ia tetap merasa cemburu ketika ia melihat Minho –maka Krystal juga
akan melihatnya.
Bukan berniat untuk menyakiti dirinya sendiri, tapi
ia merasa cocok dengan Krystal. Mereka
seumuran. Dan ia hanya berbeda beberapa
bulan dengan Krystal ,itu bukan alasan untuk mendekati Krystal –ia tahu.
Lalu kemudian Sulli mulai meyakinkan dirinya bahwa
menyakiti dirinya sendiri itu menyenangkan. Sengaja menyakitinya sendiri dengan mendekati
Krystal, dan menjauhinya ketika melihat Krystal dan Minho sedang bercanda
bersama. Dan menjauhi Minho ketika melihat Minho mulai mendekatinya, biar saja.
Biar ia puas sekalian.
Bodoh memang. Tapi kesakitannya ini begitu membuatnya
kecanduan, ini seperti sedang melakukan.....hal gila.
Walaupun kadang ia sering mendengar kalau
Krystal sering mengeluh sendiri mengenai Minho.
Ia sengaja tidak menggubrisnya, untuk apa?
Mengejeknya kalau bukan hanya ia yang merasa sakit hati dengan Minho?
Ayolah –Sulli masih lebih pandai berakting
daripada Krystal.
Siapa yang sanggup menahan air matanya seharian
ketika melihat mereka berdua begitu dekat?
Siapa yang sanggup tetap terlihat hiperaktif ketika melihat candaan
mereka yang begitu dekat dengannya?
Dan siapa yang bisa terus tertawa ketika mereka
berdua mengobrol bersama di dekatnya tanpa sedikit pun ia bisa bergabung
bersama mereka?
Sulli menggosok kedua matanya, ada hal yang ia
benci. Ia benci liburan, dan ia benci
sekolah.
Ia benci keduanya. Liburan yang mengesalkan, dan hanya bosan yang
melanda. Dan sekolah yang membosankan
dengan hanya rasa kesal yang melanda.
[Third song BETTER – SHINee]
Tapi jujur saja, ia lebih baik jika merasa
sedih seperti ini. Rasa sedihnya itu
sudah seperti menyatu dengan dirinya –ini berlebihan.
Tapi Sulli menikmatinya. Ketika ia berpura-pura untuk tetap tersenyum
dan berlagak hiper, ia menyukainya. Meski ia mati-matian menahan air matanya agar
tidak keluar serta menjaga suaranya agar tidak terdengar serak.
Jahat memang –apalagi jika ia sudah mulai
mengalah demi Krystal. Meski keduanya sudah saling mengetahui tentang
perasaan masing-masing terhadap Minho, dan Minho juga mengatahuinya. Tetapi ia lebih memilih untuk mengalah –bukan
bermaksud untuk menyakiti dirinya sendiri. Hanya saja, kau bisa bayangkan ketika kau
merasa bahagia dengan laki-laki yang kau suka dan tiba-tiba kau teringat dengan
seseorang yang juga menyukai laki-laki yang sama? Kau pasti terbebani dengan pikiran seperti
itu bukan? Terlebih orang itu adalah temanmu sendiri.
Dan kau pun cukup gila
sehingga memutuskan untuk mengalah seperti ini. Meski kau juga tidak mengambil pusing hal ini,
tapi kadang perasaan serta pikiran seperti ini sering memanas-manasi dirimu
sendiri terhadap temanmu itu.
Begitu yang Sulli alami, bayangkan saja
sendiri.
Tetapi Sulli masih memiliki obat tersendiri
untuk mengobati hatinya, dengan hanya melihat Minho tersenyum dan tertawa, Sulli
sudah merasa terobati.
Itu saja, sangat simpel.
END
[A/N]: Minsull again!!
Yeah! Walaupun ceritanya ‘sakit’
kayak gini. Well, aku tetep seneng
ngebuatnya. Sebenernya ini cerita lama,
lamaaaaaaaaaaaaaaaa banget! Cuma aku
baru berani ngepublish sekarang .___....
ehehehe~ seperti profilku ‘Living on Minsull Corner’ aku kepingin bikin
ff Minsull banyak-banyak.. Bocoran
yaa..aku lagi bikin proyek! Proyek
apa? Liat aja nanti muehehehe~ dan..maaf ya kalau lagu yang dipakai enggak sesuai sama arti lagunya. Yah, pokoknya dipakasain sesuai aja deh,
karena aku bikin ini yaaaa..sambil dengerin ketiga lagu itu muehehehe~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar