[CERPEN] JINGGA
.
.
“ –Apa sih yang di ketahui Jingga selain namanya saja? Jingga itu punya banyak arti –kata temannya. Tapi apa memang benar Jingga memiliki banyak arti? Omongan temannya itu terus berputar di pikirannya sendiri. Jingga itu punya banyak arti,seperti ia dengan dunianya sendiri–“
.
Jingga memiliki banyak pemikiran dan spekulasi mengenai warna tersebut dengan namanya sendiri. Antara orang tuanya memilihkan nama Jingga untuknya karena ia lahir pada saat sore atau pagi-pagi sekali. Atau karena orang tuanya sangat maniak dengan warna jingga. Bahkan warna cat rumah mereka juga berwara jingga,dan dengan perabot rumahnya yang juga berwarna jingga.
Tapi bahkan sampai Jingga berumur 14 tahun ia masih belum menemukan jawaban yang masuk akal dengan arti nama Jingga dan makna dari warna itu.
Sebenarnya Jingga juga tidak mau membuang-buang waktu hanya dengan memikirkan arti nama dan makna warna seperti itu. Tapi apa boleh buat,bahkan Jingga sendiri selalu penasaran jika semua orang sudah memanggil namanya.
Hanya dengan memanggil namanya saja Jingga sudah seperti itu. Jingga lelah rasanya.
“Jingga itu punya banyak arti,” temannya –yang juga hampir sama seperti dirinya,dinamai oleh orang tuanya Biru.
“Dan Biru itu punya banyak arti,” sahut Jingga kesal. Temannya selalu saja mengatakan hal itu jika Jingga sudah mulai menerka-nerka apa arti Jingga itu.
Dan jika Jingga sudah mengatakan hal seperti itu,maka temannya hanya tertawa menanggapi.
“Kalau tidak mau membantu sudahlah,” Jingga merengut dan membereskan komik-komiknya yang berserakan di lantai.
“Kau meminta bantuanku?” tanya temannya.
Jingga memutar bola matanya kesal,ia meletakan komik-komiknya di rak buku miliknya dengan asal-asalan.
“Marah?” tanya temannya menggoda.
“Tidak,” jawab Jingga acuh. Dan temannya itu kembali tertawa.
Seperti itu,tidak ada yang menanggapi serius keinginan Jingga untuk menyelidiki arti nama dan warna yang bernama Jingga tersebut.
Namun –meskipun ia berusaha melupakan hal itu,ucapan temannya mengenai Jingga memiliki banyak arti sungguh membuat Jingga benar-benar penasaran.
Apa mungkin temannya itu sudah menemukan arti nama dan warnanya sendiri –Biru?
Tetapi kenapa temannya tidak mau memberitahukannya bagaimana caranya mengetahui hal tersebut?
“Makna warna dan namamu sendiri hanya kau sendiri yang tahu,” begitu jawaban yang ia dapatkan ketika ia bertanya hal seperti itu pada temannya.
Semakin membuatnya kacau.
Apa perlu ia bertanya pada orang tuanya langsung? Tapi apa yang ia tanyakan?
Kenapa memberikan nama aneh seperti itu padanya?
Atau apa makna warna itu sehingga orang tuanya memberikan nama tersebut untuknya?
Tidak ada yang pas,semuanya tidak masuk akal. Semua berkesan kalau ia tidak menyukai nama tersebut dan berniat untuk menggantinya.
“Kenapa Jingga?” ia bertanya pada ibunya,mungkin dengan ini ia bisa benar-benar mengerti makna Jingga itu apa.
“Kenapa Jingga?” ibunya mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan seperti itu.
“Iya,kenapa Jingga. Memang tidak ada nama lain selain Jingga?” tanyanya.
“Lalu Jingga ingin mengganti nama Jingga?” ibunya balas bertanya.
“Eh –bukan begitu. Jingga hanya penasaran dengan nama itu,kesannya kok seperti ada rahasianya,” jawab Jingga.
“Karena Jingga mempunyai banyak arti,” jawab ibunya setelah hening beberapa saat,Jingga menoleh kea rah ibunya setelah ia membiarkan dirinya hanyut dalam pikirannya sendiri.
“Hah?”
“Karena Jingga ada jingga,dan jingga adalah Jingga,” ibunya menjawab sambil tersenyum.
“Ibu? Ibu menjelaskan –dan jujur saja Jingga semakin tidak mengerti,” sahut Jingga. Ia benar-benar semakin tidak mengerti.
Ibunya tersenyum lagi,”Karena Jingga adalah jingga,karena jingga adalah ceria,karena Jingga adalah anak baik,karena jingga adalah warna yang manis. Karena jingga adalah yang tidak terlupakan saat pertama kali bertemu dan di akhir pertemuan. Karena Jingg adalah sebuah warna yang ceria,yang manis,dan merupakan warna yang baik,”
Jingga ternganga akibatnya. Hanya sesederhana itu?
Karena ibunya menginginkan Jingga menjadi seperti warna jingga?
Karena di balik nama Jingga tersimpan harapan orang tuanya?
Jadi ini yang di temukan oleh Biru –temannya. Bagaimana ia menyadari makna nama dan warna itu dengan pikirannya sendiri.
Bodoh sekali Jingga tidak memikirkan hal itu dari dulu,hah –kali ini sangat menyukai warna jingga.
SELESAI
Dan pingsan ._. apaan nih? Ga jelas sama sekali -_____________-
Sekali bikin cerpen ga mutu gini. Tapi inti ceritanya tuh,terserah apa nama kalian,di semua nama kalian itu bukan hanya sekedar nama,tapi ada harapan dari orang tua kalian.
Mau nama kalian itu supinem kek,di nama supinem itu terslip harapan orang tua kalian untuk kalian sendiri.
Jadi jangan nyesel sama nama kalian,kalo menurut kalian itu bukan nama yang bagus. Tapi menurut orang tua kalian itu bagus banget,karena dengan adanya kalian dan nama kalian itu bikin mereka bahagia luar biasa (?)
Apa sih? -_- biasa gaje kambuh :D
salam terbang,Wings~
Udah 4 bulan ini aku pusing untuk memberikan nama buat calon anakku. Sebelum baca cerpen ini, calon nama yang sudah pasti adalah JINGGA. Enak didengar, simpel, bagus, dan cocok untuk laki2 atopun perempuan.
BalasHapusTapi... ada tapinya nih!
Mau disambung dengan apaan? Joko Jingga? Gak! Dewi Jingga? Gak! Aku pengin nama sambungannya pun gak merujuk ke salah satu gender.
Semburat Jingga? Koq semburat sih? Kayak sesuatu yang berhubungan dengan darah...! Enggak ah!
Kasih Jingga? Nuansa Jingga? Anakku Jingga? no no no no no . . . . . !
Jingga Akhir Masa??? Hahahaha...
Pusiiiing...!
Baca cerpen ini gak membantu apapun!
Aha...! Ketemu!
Nama calon anakku adalah "JINGGA"...!
Itu saja! Tok til...! Ga ada embel2 laen!
Semoga maminya gak marah dan anakku nanti gak nanya yang macam2...! Karena nama sesingkat itu bisa banyak artinya, ato sejujurnya aku sudah putus asa gak nemu nama sambungan yang pas...!
Dara Jingga mas... bagus dan simple...
Hapuskalo cowok Dewa Jingga aja... hehehe
#sekedar kasih masukan aja kok...
ditambahin aja "Pelangi Jingga" hehee spt nama lagu saja
BalasHapusNama anakku jingga zayna rifdatushodaa
BalasHapus