Senin, 28 Mei 2012

FANFICTION : [S E R I E S] UGLY AND ALWAYS


UGLY AND ALWAYS


Cast :  (YOU) as Nona Pocari, Nuna Es Krim, and Gadis Pengupas Bawang
The other casts, please find it by yourself~

Genre : General/Family/Friendship/Romance

Rated : T

Summary : “ –Dan aku tidak akan menyebutkan namaku.  Mungkin panggil saja Nona Pocari, atau Nuna Es Krim, atau Gadis Pengupas Bawang.  Yaiks!”

Saat itu aku sedang mengupas bawang di meja paling dalam restoran.  Karena masih pagi, restoran sepi pengunjung dan tidak masalah bagiku duduk di meja tersembunyi itu sambil mengupas bawang.  Lagipula itu adalah salah satu keuntunganku.  Aku tidak akan ketahuan sedang menangis saat mengupas bawang-bawang sialan itu.

Bayankan, sekerangjang bawang merah dan bombay siap untuk kukupas.  Seandainya adalah bawang putih aku tidak akan mempermasalahkannya, tapi bawang-bawang itu?

Saking sibuknya menangis aku sampai tidak mendengar ada pelanggan yang datang, dan aku juga tidak akan peduli pada pelanggan.  Aku lebih peduli pada pedihnya mataku, untuk menahan air mata yang rasanya tidak habis-habis keluar dan memastikan pisau yang kugunakan untuk mengupas kulit bawang bekerja dengan baik bukannya malah mengupas kulit jariku sendiri

Tidak berapa lama kemudian teman Sehun berjalan melewatiku menuju toilet di belakangku.  Kujelaskan lebih detil, meja tempatku duduk persis di samping toilet.  Aku tidak sadar menyadari anak itu sedang memperhatikanku ketika dia keluar dari toilet.  Baru ketika aku mendengar suara tawa kecilnya aku menyadari kehadirannya.  Aku mengangkat kepalaku dan yakin aku sangat sangat sangat sangat sangat sangat jelek.  Pada dasarnya aku memang tidak cantik, sekali lagi, jauh berbeda dengan Sehun yang keren.  ditambah dengan kondisiku yang mengenaskan; mataku merah dan air mataku menggenang di pelupuk mata serta sisa air mata yang sudah mengalir di kedua pipiku, dan terakhir pipiku yang bulat semakin terlihat merah, apalagi hidungku yang sedang mengeluarkan cairan kental bening.  Jadi bayangkan bagaimana aku saat itu.

Dia sempat menghentikan tawa pelannya –hah, dia hanya takjub karena bisa melihat orang sepertiku `bukan?  Menyadari dia seperti orang yang sedang disorientasi, aku kembali pada posisi awalku.  Tidak berniat untuk menghapus semua cairan yang ada di wajahku.  Biar saja, biar semua orang tahu bagaimana rupaku.  Kadang aku menjadi gemas sendiri, masalah buat mereka jika penampilanku seperti ini?  lagipula tanganku sudah penuh dengan bawang-bawang itu, pasti akan semakin pedih jika aku mengusapkannya ke wajahku.

Sambil memegang erat pisau yang ku gunakan, aku bisa merasa anak itu belum beranjak dari tempatnya.  Tontonan yang bagus menurutnya mungkin.  Melihat gadis jelek sedang menangis karena mengupas bawang.

Lucu.

Aku tidak peduli dengannya, pelanggan seperti itu tidak mungkin aku perlakukan dengan baik.  Sampai kudengar dia dipanggil oleh rekan sesama pelayanku karena makanannya sudah siap dan akhirnya dia beranjak meninggalkanku.

Tidak mau berlama-lama aku segera membereskan apa yang sudah aku kerjakan di meja dan menganggap pekerjaan mengupas bawang sudah selesai.  Tapi ketika dia telah membayar makanannya, dia melihatku yang sedang mengelap jendela kaca di luar dan menghampiriku.

“Hey..Gadis Pengupas Bawang,” karena tidak merasa namaku dipanggil, untuk merespon saja aku malas.  Malah kembali menyemprotkan cairan pembersih di jendela kaca dan melapnya menggunakan serbet dengan cepat.

“Ehm, kau marah ya?” aku baru merespon ketika dia sudah benar-benar berdiri di sampingku.  Sedikit merendahkan kepalanya agar bisa melihatku.  Iya aku tahu, aku pendek.  Aku segera menoleh ke arahnya.

“Ada perlu apa tuan?  Jika memerlukan sesuatu silakan masuk saja.”  Kataku cepat dan mengacuhkannya lagi.  Tampak tidak peduli dengan ucapanku, dia kembali berbicara.


To Be Continued~

A/N: Wuehehe :3 part 2 nih, part 2! XD  Gimana?  Gimana?  Masih belum ketahuan, kan siapa yang manggil YOU dengan julukan Gadis Pengupas Bawang?  Tapi pasti ada aja dong yang bisa nebak siapa?  Kan udah banyak tuh ku kasih petunjuk :p  hehehe~ part 3nya besok lagi ya?  Ditunggu ya~  see you~ 8D tapi kalo setiap hari aku posting ff ini sama fangirl kayaknya nyiksa banget ya? gimana kalau selang seling?  Tapi nanti akan ada ff oneshot selingan, gimana?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar