UGLY AND ALWAYS
Cast : (YOU) as Nona Pocari, Nuna Es Krim, and Gadis Pengupas Bawang
The other casts, please find it by
yourself~
Genre : General/Family/Friendship/Romance
Rated : T
Summary : “ –Dan aku tidak akan
menyebutkan namaku. Mungkin panggil saja
Nona Pocari, atau Nuna Es Krim, atau Gadis Pengupas Bawang. Yaiks!”
Bayankan, sekerangjang bawang merah dan bombay
siap untuk kukupas. Seandainya adalah
bawang putih aku tidak akan mempermasalahkannya, tapi bawang-bawang itu?
Saking sibuknya menangis aku sampai tidak
mendengar ada pelanggan yang datang, dan aku juga tidak akan peduli pada
pelanggan. Aku lebih peduli pada
pedihnya mataku, untuk menahan air mata yang rasanya tidak habis-habis keluar
dan memastikan pisau yang kugunakan untuk mengupas kulit bawang bekerja dengan
baik bukannya malah mengupas kulit jariku sendiri
Tidak berapa lama kemudian teman Sehun berjalan
melewatiku menuju toilet di belakangku.
Kujelaskan lebih detil, meja tempatku duduk persis di samping
toilet. Aku tidak sadar menyadari anak
itu sedang memperhatikanku ketika dia keluar dari toilet. Baru ketika aku mendengar suara tawa kecilnya
aku menyadari kehadirannya. Aku
mengangkat kepalaku dan yakin aku sangat sangat sangat sangat sangat sangat
jelek. Pada dasarnya aku memang tidak
cantik, sekali lagi, jauh berbeda dengan Sehun yang keren. ditambah dengan kondisiku yang mengenaskan;
mataku merah dan air mataku menggenang di pelupuk mata serta sisa air mata yang
sudah mengalir di kedua pipiku, dan terakhir pipiku yang bulat semakin terlihat
merah, apalagi hidungku yang sedang mengeluarkan cairan kental bening. Jadi bayangkan bagaimana aku saat itu.
Dia sempat menghentikan tawa pelannya –hah, dia
hanya takjub karena bisa melihat orang sepertiku `bukan? Menyadari dia seperti orang yang sedang
disorientasi, aku kembali pada posisi awalku.
Tidak berniat untuk menghapus semua cairan yang ada di wajahku. Biar saja, biar semua orang tahu bagaimana
rupaku. Kadang aku menjadi gemas
sendiri, masalah buat mereka jika penampilanku seperti ini? lagipula tanganku sudah penuh dengan
bawang-bawang itu, pasti akan semakin pedih jika aku mengusapkannya ke wajahku.
Sambil memegang erat pisau yang ku gunakan, aku
bisa merasa anak itu belum beranjak dari tempatnya. Tontonan yang bagus menurutnya mungkin. Melihat gadis jelek sedang menangis karena
mengupas bawang.
Lucu.
Aku tidak peduli dengannya, pelanggan seperti
itu tidak mungkin aku perlakukan dengan baik.
Sampai kudengar dia dipanggil oleh rekan sesama pelayanku karena
makanannya sudah siap dan akhirnya dia beranjak meninggalkanku.
Tidak mau berlama-lama aku segera membereskan
apa yang sudah aku kerjakan di meja dan menganggap pekerjaan mengupas bawang
sudah selesai. Tapi ketika dia telah
membayar makanannya, dia melihatku yang sedang mengelap jendela kaca di luar
dan menghampiriku.
“Hey..Gadis Pengupas Bawang,” karena tidak
merasa namaku dipanggil, untuk merespon saja aku malas. Malah kembali menyemprotkan cairan pembersih
di jendela kaca dan melapnya menggunakan serbet dengan cepat.
“Ehm, kau marah ya?” aku baru merespon ketika
dia sudah benar-benar berdiri di sampingku.
Sedikit merendahkan kepalanya agar bisa melihatku. Iya aku tahu, aku pendek. Aku segera menoleh ke arahnya.
“Ada perlu apa tuan? Jika memerlukan sesuatu silakan masuk
saja.” Kataku cepat dan mengacuhkannya
lagi. Tampak tidak peduli dengan ucapanku,
dia kembali berbicara.
To Be Continued~
A/N: Wuehehe :3 part 2 nih, part 2! XD Gimana?
Gimana? Masih belum ketahuan, kan
siapa yang manggil YOU dengan julukan Gadis Pengupas Bawang? Tapi pasti ada aja dong yang bisa nebak siapa? Kan udah banyak tuh ku kasih petunjuk :p hehehe~ part 3nya besok lagi ya? Ditunggu ya~
see you~ 8D tapi kalo setiap hari aku posting ff ini sama fangirl kayaknya nyiksa banget ya? gimana kalau selang seling? Tapi nanti akan ada ff oneshot selingan, gimana?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar