“I’m in love with you, and your little
things..”
Hey,
lihat dirimu. Tidak usah merasa malu,
apalagi padaku. Memangnya apa yang salah
denganmu? Kau sama seperti yang lain,
tidak ada yang aneh denganmu. Kalau
tertawa kau tetap terlihat manis. Bahkan
aku harus menahan diri agar tidak terus-terusan mencubit pipmiu ketika kau
tersenyum. Karena kau terlihat sangat
menggemaskan ketika tersenyum. Matamu
tinggal segaris dan tulang pipimu terangkat seperti itu. Makanya tersenyum lagi. Dan ketika kau tertawa, sampai menjelang
waktu tidurku, suara tawamu itu masih bergaung di pikiranku. Ya Tuhan, jangan cemberut seperti itu. Aku tidak sedang merayumu..
Tuh
kan, kau cemberut lagi. Tidak ada
manusia lain bisa sejelekmu jika cemberut seperti itu. Dan.. Hey!
Hentikan, jangan memukulku lagi!
Aku belum selesai bicara! Meski
tidak semua orang bisa melihat senyumu dan wajah cemberutmu yang jelek sekali
–berani memukulku lagi, kau akan kutinggal.
Bagus– dan aku yang beruntung salah satunya, kau tidak perlu malu,
sayang. Kau sempurna. Jangan takut.
Aku
bersamamu. Sampai kau tidak bisa
tersenyum lagi, tertawa lagi, memainkan gitarmu lagi, dan bernyanyi lagi. Aku bersamamu, selalu. Jangan menunjukan wajah seperti mau muntah
seperti itu, aku serius. Salahmu kenapa
mengejarku saat itu, aku jadi penasaran denganmu. Jangan kesal begitu. Kalau bukan kau duluan yang mengejarku, mana
mungkin kita bisa seperti sekarang, kan?
Nah bagus, tersenyum seperti itu..
Terus
bernyanyi, aku akan merindukan penampilanmu. Makanya jangan menangis, kenapa tiba-tiba kau
menangis, sih?
Ah, aku
sangat menyukaimu. Jangan putus asa, ya?
-
Di
sinilah aku. Menemanimu. Di sampingmu.
Kau manis sekali, tidak biasanya kau semanis ini, meski biasanya kau
memang manis, sih. Dengan bunga matahari yang kau sukai
mengelilingimu, bahkan tubuhmu sampai tidak kelihatan. Benar-benar manis. Ingin sekali aku mengabadikan keadaanmu saat
ini, tapi aku tidak mau wajahku jadi jelek karena ayahmu memukulku karena
berani memfotomu di saat seperti ini.
Terakhir
kita bertemu, ketika kau ingin sekali di foto di siang hari. Ya Tuhan, kau bisa sebodoh itu ternyata, ya? Maka dengan bantuan sahabatmu, kau memakai
baju ‘wajib’mu. Meski aku hanya bisa
melihat wajahmu saja, kau masih terlihat manis.
Jalanmu menjadi sangat kikuk.
Mungkin karena bajumu yang kelihatan sangat tidak nyaman itu, atau
karena kondisimu sendiri. Lalu ketika aku
menggandeng lengan kirimu dan sahabtmu di lengan satunya, ibumu datang membawa
sekeranjang bekal, sambil tersenyum pada kita.
Ayahmu kemudian masuk dan membawa keranjang bekal itu ke mobil. Ya, kita akan piknik saat itu. Senyummu yang begitu lebar saat itu, kutuk
aku kalau berani melupakannya.
Kau
terlihat kepanasan setelah memakan bekalmu.
Tentu saja, bahkan aku sendiri tidak akan tahan memakai baju seperti itu
di musim panas seterik ini. Tapi kau
tidak mengeluh. Kau tetap tersenyum dan
tertawa sambil bermain. Kau sungguh
kuat.
Kupikir, tidak ada salahnya waktu itu kami
menuruti kemauanmu. Itu merupakan piknik
pertama dan terakhir bagimu, uhm?
Setelah itu kau hanya bisa berbaring.
Kau menangis untuk bisa keluar walau di malam hari sekalipun, tapi tidak
ada yang memperbolehkanmu. Bahkan
aku. Maka kau hanya boleh duduk di depan
jendela, menikmati malam seperti yang kau lakukan sebelumnya. Ketika kau masih memainkan gitar dan
bernyanyi di pinggir jalan. Kadang aku
merindukan semuanya. Tapi apa gunanya
mengenang masa lalu kalau hanya itu akan membuatmu sedih, iya kan?
Selamat
tinggal sayangku. Semoga kita bisa
bertemu lagi.. Aku suka denganmu. Sangat suka..
Selamat beristirahat. Di sana,
kau bisa menikmati matahari sebanyak yang kau mau tanpa takut akan merasa sakit
lagi. Yeah, ini yang terbaik, bukan?
Nb : ehehehe,
ada yang nyambung sama ceritanya, ga?
Setelah aku nonton taiyou no uta.
Pasti tau kan? YUI yang main,
ceritanya dia jadi remaja yang kena XP.
Penyakit ga boleh kena cahaya matahari.
Itu penyakit keturunan. Dan
cerita ini juga berbasis dari film itu.
Yang buat masalah, yang kubayangin sebagai ‘aku’ di sini adalah Minho,
kupikir itu bukan masalah. Dan ‘kau’ itu
Jinki alias si Onew -__- *run, hide
behind Minho*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar