Kamis, 31 Mei 2012

FANFICTION : [S E R I E S] FANGIRL


Cast : SHINee (Onew, Jonghyun, Key, Minho, Taemin
Y.O.U (Fill _____ with your name)

Genre : Family/Friendship

Rated : T

Summary : “ –AKU TIDAK MUNGKIN HIDUP BERSAMA MEREKA..”

“Gwenchana~ Gwenchana~ Kim Jonghyun Gwenchana~!”  aku ikut berteriak seperti itu juga dan dengan air mata yang ikut mengalir keluar seperti SHAWOL yang lain, bahkan SHAWOL di kanan dan kiriku juga ikut menangis dan berteriak seperti yang lain.  Penonton di samping kananku adalah fangirl, dia Locket.  Dan dia begitu terpukul melihat Key menangis sampai hidung dan matanya bengkak.  Dan penonton di samping kananku adalah fanboy, dia kekasih gadis di samping kananku ini.  Meski dia bukan SHAWOL, dia tetap menamani pacarnya untuk melihat konser SHINee.  Sebelum konser dimulai, gadis di samping kananku bilang kalau saat pembelian tiket, mereka terpisah, dan akhirnya mendapatkan nomor kursi yang terpisah juga.Aku ingin menukar tempat dudukku, tapi keduanya menolak.  Karena tidak mau memaksa, akhirnya aku membiarkan diriku menjadi penengah mereka.

Suasana yang semakin mengharukan itu bahkan membuat laki-laki di samping kiriku beberapa kali menghapus air matanya.  Aku tersenyum melihatnya, tapi mengabaikannya saja dan kembali melihat ke atas panggung.  Jonghyun yang sudah kami beri semangat seperti itu bukannya berhenti, justru tangisannya semakin kencang.  Dia ingin menjawab kami, tapi terlalu kencang menangis.  Membuatnya sesenggukan karena menahan isakan tangisnya, bahkan Onew yang daritadi berusaha menahan tangis pun akhirnya menangis.  Dan Key, aku tidak tega melihat matanya yang bengkak seperti itu.

Tapi, yeobo-ku, Minho, dan Taemin sama sekali tidak menangis.  Mereka mungkin merasa terharu juga, tapi tidak menangis seperti yang lainnya.  Ah –aku lupa kalau mereka adalah member yang paling sulit untuk menangis ya?

“Kamsahamnida~ Kamshamnida~!”  akhirnya Jonghyun bisa menjawab kami setelah berulang kali menutup mulutnya untuk menghentikan sesenggukannya.  Bisa sangat kuingat, aku hampir saja memeluk laki-laki di sebelahku karena terlalu sedih berada disana.  Aku tidak ingin melihat mereka sedih, walaupun mereka tertawa dalam kesedihan mereka, berpura-pura tidak terjadi apa-apa, aku lebih memilih untuk melihat senyum itu.  Daripada melihat mereka menangis.

Pengalaman itu, aku bersumpah tidak akan melupakannya barang satu penampilan pun.  Mereka..sempurna.  Lima cahaya yang begitu sempurna.  Bisa kukatakan seperti ini karena memang itulah mereka.  Padahal mereka hanya berlima, umur mereka saat mengadakan konser tunggal pertama mereka pun kurang dari 23.  Tapi sebelum itu mereka sudah mengalami bermacam masalah dan skandal.  Dan mereka masih sanggup untuk tersenyum dan menari seperti yang kulihat.  Ya Tuhan.

Dan karena hal itu pula, serta waktu dimana Minho terus-terusan melihat ke arahku, membuatku sadar, AKU TIDAK MUNGKIN HIDUP BERSAMA MEREKA.  Baru setelah pulang dari konser, aku memikirkan itu.

Tentu saja, meski mereka tinggal di bawah langit yang sama denganku, hidup mereka seperti telanjang karena hampir setiap kegiatan mereka akan diekspos.  Dan warga biasa sepertiku bisa melihat mereka dimana-mana.  Lagipula hidup mereka diatur, berbeda denganku yang hanya bisa mengkhayal dan bermimpi.  Dan, kalau diumpamakan, mereka hidup di kasta yang lebih tinggi dari kastaku.

Untuk melihat konser tunggal mereka seperti itu saja sudah pengorbanan besar untukku.  Menabung dari tahun sebelumnya, dan meminta dana tambahan dari nenekku di Jepang karena ibuku tidak mau memberiku tambahan uang.  Lalu meminjam kamera mahal ayahku dengan banyak syarat tidak masuk akal darinya, duduk terpisah dari temanku, lalu mengabaikan tugas sejarahku yang akibatnya aku dihukum seharian untuk mencabut rumput di halaman belakang sekolah.

Seandainya mereka, para Pangeran Bercahayaku itu tahu, apa yang akan mereka lakukan?  Setidaknya bukan hanya aku yang mengalami hal tersebut pastinya.  Tidak ada `kan?

Untuk memikirkan bagaimana kehidupan fans selain melihat mereka begitu antusias dan histeris serta kesetiaan mereka, sempatkah para Pangeran Bercahayaku itu?  Bisa dibilang itulah alasan mengapa aku menjadi salah satu fans yang berbeda dari yang lain.


To Be Continue

A/N : Nah, adakah yang bisa menebak bagaimana jalan ceritanya?  Mungkin disini kelihatan sebagai fansnya yang insyaf, tapi kalau sudah lihat part-part selanjutnya nanti, pasti akunya ngayal juga buatnya -_- mau bagaimana lagi?  Mengkhayal mengenai bias itu sudah jadi kebiasaan fangirl `kan?  Kekekeke~ tunggu part 4nya ya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar