Cast : SHINee (Onew, Jonghyun, Key, Minho,
Taemin
Y.O.U (Fill _____ with your name)
Genre : Family/Friendship
Rated : T
Summary : “ –AKU TIDAK MUNGKIN HIDUP BERSAMA MEREKA..”
Suasana yang semakin mengharukan itu bahkan
membuat laki-laki di samping kiriku beberapa kali menghapus air matanya. Aku tersenyum melihatnya, tapi mengabaikannya
saja dan kembali melihat ke atas panggung.
Jonghyun yang sudah kami beri semangat seperti itu bukannya berhenti,
justru tangisannya semakin kencang. Dia
ingin menjawab kami, tapi terlalu kencang menangis. Membuatnya sesenggukan karena menahan isakan
tangisnya, bahkan Onew yang daritadi berusaha menahan tangis pun akhirnya
menangis. Dan Key, aku tidak tega
melihat matanya yang bengkak seperti itu.
Tapi, yeobo-ku, Minho, dan Taemin sama sekali
tidak menangis. Mereka mungkin merasa
terharu juga, tapi tidak menangis seperti yang lainnya. Ah –aku lupa kalau mereka adalah member yang
paling sulit untuk menangis ya?
“Kamsahamnida~ Kamshamnida~!” akhirnya Jonghyun bisa menjawab kami setelah
berulang kali menutup mulutnya untuk menghentikan sesenggukannya. Bisa sangat kuingat, aku hampir saja memeluk
laki-laki di sebelahku karena terlalu sedih berada disana. Aku tidak ingin melihat mereka sedih,
walaupun mereka tertawa dalam kesedihan mereka, berpura-pura tidak terjadi
apa-apa, aku lebih memilih untuk melihat senyum itu. Daripada melihat mereka menangis.
Pengalaman itu, aku bersumpah tidak akan
melupakannya barang satu penampilan pun.
Mereka..sempurna. Lima cahaya
yang begitu sempurna. Bisa kukatakan
seperti ini karena memang itulah mereka.
Padahal mereka hanya berlima, umur mereka saat mengadakan konser tunggal
pertama mereka pun kurang dari 23. Tapi
sebelum itu mereka sudah mengalami bermacam masalah dan skandal. Dan mereka masih sanggup untuk tersenyum dan
menari seperti yang kulihat. Ya Tuhan.
Dan karena hal itu pula, serta waktu dimana
Minho terus-terusan melihat ke arahku, membuatku sadar, AKU TIDAK MUNGKIN HIDUP
BERSAMA MEREKA. Baru setelah pulang dari
konser, aku memikirkan itu.
Tentu saja, meski mereka tinggal di bawah
langit yang sama denganku, hidup mereka seperti telanjang karena hampir setiap
kegiatan mereka akan diekspos. Dan warga
biasa sepertiku bisa melihat mereka dimana-mana. Lagipula hidup mereka diatur, berbeda
denganku yang hanya bisa mengkhayal dan bermimpi. Dan, kalau diumpamakan, mereka hidup di kasta
yang lebih tinggi dari kastaku.
Untuk melihat konser tunggal mereka seperti itu
saja sudah pengorbanan besar untukku.
Menabung dari tahun sebelumnya, dan meminta dana tambahan dari nenekku
di Jepang karena ibuku tidak mau memberiku tambahan uang. Lalu meminjam kamera mahal ayahku dengan
banyak syarat tidak masuk akal darinya, duduk terpisah dari temanku, lalu
mengabaikan tugas sejarahku yang akibatnya aku dihukum seharian untuk mencabut
rumput di halaman belakang sekolah.
Seandainya mereka, para Pangeran Bercahayaku
itu tahu, apa yang akan mereka lakukan?
Setidaknya bukan hanya aku yang mengalami hal tersebut pastinya. Tidak ada `kan?
Untuk memikirkan bagaimana kehidupan fans
selain melihat mereka begitu antusias dan histeris serta kesetiaan mereka,
sempatkah para Pangeran Bercahayaku itu?
Bisa dibilang itulah alasan mengapa aku menjadi salah satu fans yang
berbeda dari yang lain.
To Be Continue
A/N : Nah, adakah yang bisa menebak
bagaimana jalan ceritanya? Mungkin
disini kelihatan sebagai fansnya yang insyaf, tapi kalau sudah lihat part-part
selanjutnya nanti, pasti akunya ngayal juga buatnya -_- mau bagaimana
lagi? Mengkhayal mengenai bias itu sudah
jadi kebiasaan fangirl `kan? Kekekeke~
tunggu part 4nya ya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar