Senin, 02 Juli 2012

Apple and Cinnamon


Cast : Choi Minho (SHINee) , Park ____ (YOU)

Genre : Romance,Angst

Summary  : ____ menyukai Minho semenjak mereka masih berada di sekolah menengah, impiannya hanya satu. Ingin tahu apa yang dipikirkan Minho mengenai dirinya.

(Full of monolog .___.)

Kadang ____ ingin sekali tahu apa yang dipikirkan Minho mengenai dirinya. Ketika ia begitu senang ketika tidak sengaja mata mereka beradu atau ketika ia begitu cemburu dengan kedekatannya dengan teman-teman perempuan sekelasnya. Ia hanya ingin tahu saja. Sudah banyak imajinasi _____ mengenai Minho; seperti mungkin ia menyukainya juga.

Tapi bagaimana ia bisa tahu jika berbicara dengan Minho saja tidak pernah? Jangankan berbicara, ketika tidak sengaja mata mereka beradu saja sudah menyebabkan ia pergi begitu saja dan menunjukak mimik wajah datar.

Apakah Minho juga berlaku sama ketika tidak sengaja kulit mereka bersentuhan atau ketika tatapan mereka beradu? Apakah Minho juga merasa cemburu ketika melihatnya berbincang dengan teman-teman laki-laki di kelasnya. Siapa yang tahu? Dulu mungkin mereka sempat terbuka satu sama lain, tapi apa sih yang membuat _____ menjadi seperti ini? Seperti takut sekali ketika Minho berada di dekatnya sedikit saja.

Jika boleh jujur, _____ sendiri juga tidak mau jauh-jauhan seperti ini dengan Minho. Andaikan Minho juga menunjukkan sedikit simpati dengan dirinya, mungkin saja _____ tidak akan menjauh seperti ini. Terlebih ketika ______ mengikuti jejak temannya untuk terlihat ‘berlebihan’ dengan junior mereka.

_____ juga sadar ketika melakukan itu, ia hanya ingin membuat Minho cemburu –kalaupun memang benar Minho juga menyukainya. Tapi sampai sekarang; sampai ia sudah lelah berpura-pura ‘heboh’, tidak ada perubahan dari Minho. Malah ia rasa, mereka semakin menjauh. Minho malah menghindari dirinya. Dan kalau boleh ia akui, ia ingin sikap Minho padanya itu sebenarnya adalah kiasan dari sikap cemburu Minho padanya. Tapi kalau bukan, mungkin sudah saatnya ia menyerah? Lain lagi ceritanya jika memang seperti itu, dan anggapan dirinya mengenai Minho yang juga menyukainya benar. Ia akan berusaha mendekati Minho lagi.

Dan sekarang, pikirannya itu masih saja terus berlanjut. Ia ingin sekali kalau Minho memang benar-benar cemburu atau tidak. Kadang ia juga bingung dengan Minho, ia begitu terbuka dengan teman-teman perempuannya. Tapi ketika ia bersama ______, presepsi ______ mengenai Minho langsung berubah. Laki-laki ini begitu dingin padanya, senyum seperlunya. Berbicara ketika ditanya –itupun dulu. Sebenarnya apa sih yang ada di pikiran Minho? Apakah sikap diamnya itu memang menunjukan kalau Minho juga menyukainya? Sama seperti dirinya yang juga diam ketika di dekat Minho, bersikap angkuh dan berpura-pura tidak peduli; meskipun sebenarnya ia sangat memperhatikan Minho. Apa Minho juga seperti dirinya?

Dan jika memang itu terjadi, ia rasa ia sudah melakukan kesalahan besar. Ia sudah menyakiti Minho. Membuat Minho juga merasa sakit hati dengan ulahnya, ia tahu Minho bukan tipe laki-laki yang mudah terbuka dengan orang lain. Mungkin saja sikap diamnya itu menunjukan kebalikannya. Justru Minho sedang berusaha menahan perasaannya. Mungkin saja, kan?

Kalau sudah begitu, ia harus apa? Tidak mungkin ia mendekati Minho dan berusaha mendekatinya lagi dan justru Minho malah merasakan kebalikannya. Ia ingin menjauhinya.

Ugh –membingungkan.

Kalaupun Minho memang sakit hati, apa perlu ia yang mulai mengibarkan bendera perdamaian? Bukankah Minho sudah sangat sering membuatnya sakit hati juga? Pantas saja bukan jika memang Minho sedikit saja merasakan hal tersebut, ketika ia disakiti? Minho pun tidak menunjukan perubahan yang positif, malah semakin menjauh.

Jadi wajar saja, kan? Ia akui juga, kalau ini juga sebagian dari balas dendamnya. Sedikit memberikan Minho pelajaran itu tidak apa-apa bukan? Untuk saat ini memang ia begitu tenang, tapi apakah ketika mereka sudah berpisah nanti ia bisa menjamin kalau Minho juga masih menyukainya? Bisa saja ketika mereka berpisah, detik itu juga Minho membuang perasaan terhadapnya, bukan? Takut? Tentu saja. Tapi, apakah memang Minho juga menyukainya? Berkali-kali ia memikirkan itu. Benar tidak sih?

Kalau bisa, ia ingin sekali berteriak di telinga Minho dan memintanya untuk memberi tahu pikirannya. Tidak peduli jika itu malah akan membuat usahanya sia-sia atau sebaliknya. Dan jika memang itu terjadi, hal selanjutnya mudah sekali. Ia hanya perlu mundur teratur dan berusaha melupakan Minho, kan?

Duh –ia benar-benar kesal sekarang. Kadang manusia juga bisa kehilangan kesabaran bukan? Menunggu itu bukan perkara gampang, terlebih hal yang di tunggu itu juga tidak meyakinkan.

Minho – Minho – Minho – Minho – Minho.

Bisa tidak ia hidup tanpa Minho untuk kedepannya?

Datang darimana juga pikiran seperti itu? Tentu saja ia bisa hidup tanpa Minho; dengan sedikit kehampaan tentu saja.

Jelas saja begitu, Minho sudah hampir mencuri seluruh pikiran dan hatinya. Dan tiba-tiba ia harus berpisah dari Minho dengan ketidak jelasan perasaannya. Sungguh tidak mengenakan. Apa Minho juga berpikiran hal sama dengan dirinya? Apa ia takut juga? Kalaupun di hari mereka harus berpisah nanti Minho memberitahukan padanya apa yang ia pikirkan dan ia rasakan selama ini padanya, toh ia tidak bisa berbuat apa-apa. Minho tetap akan pergi juga. Membuat suatu hubungan dengan Minho? Ia rasa tidak mungkin, ia tidak terlalu memikirkan hal seperti itu. Ia hanya ingin tahu pikiran dan perasaan Minho padanya, itu saja.

Jadi, perlukah ia terus menyimpan perasaan serta impiannya mengenai Minho tersebut terus menerus? Sampai mereka benar-benar berpisah nanti?

Sebenarnya ia ingin saja berbagi rasa dengan Minho, memiliki rasa takut yang sama dan perasaan yang sama. Saling menenangkan dan membuat janji. Sebenarnya ia ingin, tapi sangat tidak mungkin jika ia memang mengatakan hal tersebut pada Minho bukan? Akan di cap seperti apa ia kelak?

Ia membuat Minho sakit hati dan tiba-tiba datang menginginkan membuat janji dengan dirinya. Oh –lucu sekali. Itupun kalau Minho juga suka padanya, kalau tidak?

Yah –mungkin memang ia harus menunggu lagi, dan bersabar tentunya. Toh suatu saat nanti Minho pasti akan memberikan sebuah penjelasan bukan? Dan sampai pada hari itu, ia akan terus menunggu. Iya, menunggu dan bersabar, tentu saja itu pasti.


END

old fanfiction -____- baru nemu di laptop >_< better to listen Apple and Cinnamon - Utada Hikaru, meski sama sekali tidak ada hubungannya dengan ff ini -___-"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar