Sabtu, 05 Januari 2013

FANFICTION : RED RIBBON


Cast:
·                      Onew Lee
·                      Kim Jonghyun
·                      Key Kim
·                      Choi Minho
·                      Lee Taemin
·                      (YOU)
Rating: T
Author: Gapteknism (@auliapn)
Disclaimer: Own nothing, except the plot
Summary: “Well, red ribbon..”
 
Taemin (Jatuh di depan nuna itu) – Romance Comedy

Pulang sekolah, pukul 4 sore.  Harusnya aku sudah sampai di rumah dan menikmati menu ‘jam 4’ ku.  Tapi coba lihat, sekarang aku di mana?  Di dalam pasar.  Di tengah kerumunan ibu-ibu dan nuna-nuna gembrot yang berebut ikan, sekarang jam 4, tapi ikan masih laris dibeli –bahkan sampai berebut dan rela berdesak-desakan.  DAN karena sudah terlanjur ada disini, aku juga terkena imbasnya.  Sekarang mau tidak mau aku ikut berjubel (?) bersama ibu-ibu dan nuna-nuna gembrot untuk beli ikan.
Aku mencoba menerobos gerumbulan dengan badanku yang ceking ini, walaupun tidak terelakan aku tergencet beberapa kali, tapi aku berhasil menerobos sampai barisan depan.  Dan di depanku tersajikan 5 balok lebar dan tanpa tutup berisikan mayat-mayat ikan yang harus kubeli.  Oke, memang tidak semuanya sudah menjadi mayat sih.  Tapi coba lihat, di kotak paling depan, ikan-ikan yang seharusnya menikmati hidupnya, tapi malah terbujur kaku di dasar kotak.  Mungkin mereka sengaja di taruh di kotak yang airnya sedikit sekali untuk mempercepat proses kematian.  Kotak kedua, kotak itu berada di samping kanan kotak pertama tadi dan memperlihatkan kondisi ikan yang tidak berbeda jauh dari kotak pertama.  Bedanya, ikan-ikan ini walaupun terkapar tapi sempat beberapa kali loncat.  Kotak ketiga dan keempat membuktikan kalau penjualnya adalah psikopat.  Air di dalam kotak tersebut ada, lumayan banyak malah.  Tapi mereka banyak!  Maksudku ikan-ikan penghuni kotak itu, sama saja itu menyiksa.  Dan kotak terakhir, menurutku paling waras, berisikan ikan-ikan segar yang masih hidup dan bisa di request untuk langsung dibersihkan.
Senyumku terkembang, tidak peduli dengan teriakan-teriakan ibu-ibu dan nuna-nuna gembrot yang marah karena aku langsung membeli 2 kg ikan segar incaran mereka.  Aku keluar dari gerumbulan dengan susah payah
“Ikan sehat, Taemin.  Coba lihat, jakunmu saja belum kelihatan.  Kalau hanya minum susu setiap hari, anaknya Om Yunho pasti sudah kekar, deh..”
Kata-kata Taesun hyung kemarin sore terdengar lagi, seolah hyung membisikannya terus menerus disampingku.  Oleh karena itu, aku mau mengorbankan jiwa dan ragaku untuk membeli ikan-ikan segar di pasar.
Sekarang aku sudah dalam perjalanan pulang dengan berlari-lari kecil sambil menjinjing kresek ikan-ikanku.  Sesekali ku ayun, untuk sekedar membuat otot-otot di tanganku.
“Jangan kalah dari Jongin, Taemin.  Dia masih lebih ingusan darimu tapi sudah punya otot seperti, hyung..”
Lagi-lagi ucapan Taesun hyung beberapa waktu lalu terngiang lagi, aku akan mengusulkan pada ibu untuk menjauhkan letak kamarku dan Taesun hyung saja nanti.  Dia berisik sekali jadi laki-laki.  Dan Jongin yang baru dikatakan oleh Taesun hyung adalah sepupuku.  Dia tidak lebih bandel dariku, tapi paling terlihat sok, dan juga berotot.  Makanya, selain karena aku kurus dan tidak ehat, Taesun hyung menyuruhku membeli ikan supaya aku bisa berotot.
BRUAK!!
Aku jatuh dengan kresek ikan-ikan terpental ke atas dan menyangkut di pohon.  Pantatku sakit, tapi tidak sesakit harga ikan-ikan mahal dan segarku.. 
“Ikan-ikanku!  Dasar jahanam!  Kau tidak..”
Aku langsung menghentikan niatan caci-makiku pada tersangka penabrakan ketika melihat orangnya.  Dia perempuan, tidak begitu pendek, dan..terlihat chubby.  Rambutnya dikepang dua di samping kanan-kiri kepalanya.  Dandanannya sih tidak begitu mencolok, tapi sepertinya perempuan tersangka penabrakan ini tidak punya selera fashion yang bagus.
“Ma..maaf!  Maaf! Ikan-ikanmu tidak apa-apa, kan?”
Dia membuka suara, hey!  Dia mirip dengan Onew hyung!  Sikapnya saat gugup dan gayanya berbicara, kalau dilihat lagi wajahnya juga lumayan mirip.  Astaga!  Onew hyung versi perempuan!  Tunggu..dia menanyakan ikan-ikanku?  Ikan!
Aku mendongak ke arah pohon dimana kresek ikan-ikanku menyangkut disana, muncul tetesan-tetesan air dari kresek itu, sepertinya keadaannya kurang bagus.  Bagaimana aku mengambilnya.
“Maaf, tapi kau bisa naik ke punggungku kalau ingin mengambilnya..”
Aku menoleh ke arah Onew hyung versi perempuan yang telah berdiri di sampingku.  Dia menawarkan apa tadi?  Naik ke punggungnya?  Hey, lihat, tingginya bahkan tidak sampai telingaku!  Aku menatapnya tidak yakin..tapi dia melihatku dengan kedua mata sipitnya yang nyaris tenggelam ketika dia tersenyum saat menawarkan bantuan konyol tadi.  Aku ingin menolak, kenapa tidak dia saja yang naik ke punggungku dan mengambilnya untukku?
“Kau kurus, aku takut beberapa tulangmu akan patah dan kau akan melaporkanku ke polisi,”
Seolah mendengar apa yang kupikirkan, Onew hyung versi perempuan itu berbicara seolah tanpa beban dengan memandang ke arah kresek ikan-ikanku.  Oke, aku merasa terhina, tapi dia ada benarnya.  Aku kurus, dan tulangku bisa patah karena..
“Ikanku!!!”  satu ikan nyaris meluncur dari kresek karena licin, aku langsung memandang panik perempuang di sampingku itu, dan ternyata dia mengerti.  Perempuan itu langsung membungkuk tepat di bawah keresek ikanku yang akan tinggal kenangan.  Dengan hati-hati aku melepas sepatu dan meraih untuk memanjat punggung perempuan chubby ini.  Seolah mendapatkan tamparan keras, aku merasakan sebuah perasaan aneh.  Berdebar-debar, dan dada kiriku terasa seperti disetrum-setrum kecil.  Perasaan ini tidak pernah kurasakan sebelumnya, pada siapapun yang sudah menggendongku seperti ini.  Tapi pada perempuan chubby di bawahku ini, rasanya lain!
“Ya!  Bocah –cepat!  Air yang menetes sudah mengenai wajahku!” perempuan di bawahku ini berteriak sambil menggapai-gapai wajahnya yang becek karena tetesan-tetesan air dari ikan-ikanku itu.  Dengan cepat aku berusaha meraihnya, aku menjulurkan kedua tanganku ke atas dan menggapai-gapai untuk meraihnya.  Susah juga!  Padahal tinggal 10 senti lagi!
“Masih belum bisa apa?”  tanyanya dari bawah, tanpa menjawab aku hanya menganggukan kepala.  Lupa kalau dia tidak mungkin bisa melihat jawabanku.  Oke –kau punya dua pilihan Taemin, pertama, kau bisa meraihnya dengan sekali loncatan di punggung perempuan ini.  Dan itu berarti aku harus meloncat di atas punggung ini –baiklah, itu tidak masuk akal.  Tidak mungkin meloncat di atas perempuan chubby ini, se-chubby chubbynya dia tidak mungkin kuat menahan berat badanku.  Atau pilihan yang kedua, aku harus meraih dahan pohon terdekat dan memanjatnya lewat sana.  Tapi..kalau aku tidak lihai memanjat dan kemudian aku jatuh dan malah membuatku patah tulang sedangkan ikan-ikanku tetap bertahan di atas pohon, bagaimana?
“Loncat!”
“...”
Aku mendengar seseorang menyuruhku loncat.
“Loncat di atas punggungku!  Cepat!”
“...”
Seseorang yang menyuruhku loncat di atas punggung perempuan ini.
“Hanya itu satu-satunya cara!  Cepat!  Aku tidak apa-apa!”
Dan dia berteriak tidak apa-apa.
“...”
“Hey!  Cepat!  Pada hitungan ketiga, oke!”
Mataku berkaca-kaca, aku tidak pernah menemukan perempuan sebaik ini selain ibuku sendiri.  Bahkan penjual ikan tadi meski sudah kutunjukan aegyo-ku tidak bergeming sedikit pun, tapi perempuan ini..padahal kami baru bertemu beberapa menit yang lalu.  Dan dia sudah sebaik ini padaku.  Aku ingin sekali menangis sambil memeluk perempuan ini, aku begitu terharu.. Tapi!  Aku harus mempersiapkan diri untuk meloncat, dan sepertinya perempuan ini juga sudah siap.
“Oke..1..2..tunggu dulu, kau yakin kan tidak akan mematahkan tulang-tulangku?”
Aku benar-benar terhina sekarang.
“Ba-baiklah.  Aku ulangi, 1..2..3!”
Hyaaaattttttt!!  Aku mengangkat seluruh badanku, aku meloncat!  Yeah –meloncat!  Tanganku ku julurkan sehingga berhasil meraih kresek ikanku.  Yak!  Aku berhasil!  Dan sekarang, dengan gerak diperlambat, aku dengan mulut terbuka karena bahagia mulai menjatuhkan kakiku ke atas punggung perempuan ini.
“Yak!  Aku tidak ap –“  KREK!  BRUK!
Aku mendengar suara retakan tulang, dan suara bedebam jatuh.  Ah –aku jatuh lagi..  Dan menimpa badan perempuan chubby ini.  Entah bagaimana sekarang badan kami sudah berhadap-hadapan, dengan dia berada di bawahku, aku menimpanya.  Wajah kami sangat dekat!  Wajahnya jadi merah, pasti karena menopang badanku terlalu lama, keringat juga mengalir di wajahnya.  Tapi aku tidak peduli, mendadak aku berdebar-debar melihatnya sedekat ini denganku.
“Aku sedang jatuh cinta Taemin-gun.  Rasanya berdebar-debar dan seperti tersengat listrik saat di dekatnya.”
 Tiba-tiba seolah-olah Taesun hyung merupakan tutorku, bisikannya datang lagi di situasi yang tepat.
Mungkinkah..mungkingkah..
“A-aku..22 tahun.  Kau pasti masih SMA..”
Tidak nyambung, tapi aku senang ketika dia membuka suaranya.  Aku bisa mendengar suara lembutnya, dan mendapat fakta baru, kalau dia lebih tua dariku.
Nuna, neomu kyeopta!

END [??]
A/N: Hai!  Ini fanfiksi baru, dengan gaya yang cukup baru (??)  aku akan buat 5 oneshot (atau 6 oneshot), yang nantinya akan terhubung, seperti judulnya, Red Ribbon.  Dan di setiap shotnya nanti akan berbeda-beda genre ceritanya, kalau shot pertama ini bergenre comedy, romance, nanti di shot kedua akan berbeda.  Are excited?  Hahaha~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar