Cast:
·
Onew Lee
·
Kim Jonghyun
·
Key Kim
·
Choi Minho
·
Lee Taemin
·
(YOU)
Rating: T
Author: Gapteknism (@auliapn)
Disclaimer: Own nothing, except the plot
Summary:
“Well,
red ribbon..”
Taemin (Jatuh di depan nuna
itu) – Romance Comedy
Pulang sekolah, pukul 4 sore. Harusnya aku sudah sampai di rumah dan
menikmati menu ‘jam 4’ ku. Tapi coba
lihat, sekarang aku di mana? Di dalam
pasar. Di tengah kerumunan ibu-ibu dan
nuna-nuna gembrot yang berebut ikan, sekarang jam 4, tapi ikan masih laris
dibeli –bahkan sampai berebut dan rela berdesak-desakan. DAN karena sudah terlanjur ada disini, aku
juga terkena imbasnya. Sekarang mau
tidak mau aku ikut berjubel (?) bersama ibu-ibu dan nuna-nuna gembrot untuk
beli ikan.
Aku mencoba menerobos gerumbulan dengan
badanku yang ceking ini, walaupun tidak terelakan aku tergencet beberapa kali,
tapi aku berhasil menerobos sampai barisan depan. Dan di depanku tersajikan 5 balok lebar dan
tanpa tutup berisikan mayat-mayat ikan yang harus kubeli. Oke, memang tidak semuanya sudah menjadi
mayat sih. Tapi coba lihat, di kotak
paling depan, ikan-ikan yang seharusnya menikmati hidupnya, tapi malah terbujur
kaku di dasar kotak. Mungkin mereka
sengaja di taruh di kotak yang airnya sedikit sekali untuk mempercepat proses
kematian. Kotak kedua, kotak itu berada
di samping kanan kotak pertama tadi dan memperlihatkan kondisi ikan yang tidak
berbeda jauh dari kotak pertama.
Bedanya, ikan-ikan ini walaupun terkapar tapi sempat beberapa kali
loncat. Kotak ketiga dan keempat
membuktikan kalau penjualnya adalah psikopat.
Air di dalam kotak tersebut ada, lumayan banyak malah. Tapi mereka banyak! Maksudku ikan-ikan penghuni kotak itu, sama
saja itu menyiksa. Dan kotak terakhir,
menurutku paling waras, berisikan ikan-ikan segar yang masih hidup dan bisa di
request untuk langsung dibersihkan.
Senyumku terkembang, tidak peduli dengan
teriakan-teriakan ibu-ibu dan nuna-nuna gembrot yang marah karena aku langsung
membeli 2 kg ikan segar incaran mereka.
Aku keluar dari gerumbulan dengan susah payah
“Ikan
sehat, Taemin. Coba lihat, jakunmu saja
belum kelihatan. Kalau hanya minum susu
setiap hari, anaknya Om Yunho pasti sudah kekar, deh..”
Kata-kata Taesun hyung kemarin sore terdengar
lagi, seolah hyung membisikannya terus menerus disampingku. Oleh karena itu, aku mau mengorbankan jiwa
dan ragaku untuk membeli ikan-ikan segar di pasar.
Sekarang aku sudah dalam perjalanan pulang
dengan berlari-lari kecil sambil menjinjing kresek ikan-ikanku. Sesekali ku ayun, untuk sekedar membuat
otot-otot di tanganku.
“Jangan
kalah dari Jongin, Taemin. Dia masih
lebih ingusan darimu tapi sudah punya otot seperti, hyung..”
Lagi-lagi ucapan Taesun hyung beberapa waktu
lalu terngiang lagi, aku akan mengusulkan pada ibu untuk menjauhkan letak
kamarku dan Taesun hyung saja nanti. Dia
berisik sekali jadi laki-laki. Dan
Jongin yang baru dikatakan oleh Taesun hyung adalah sepupuku. Dia tidak lebih bandel dariku, tapi paling
terlihat sok, dan juga berotot. Makanya,
selain karena aku kurus dan tidak ehat, Taesun hyung menyuruhku membeli ikan
supaya aku bisa berotot.
BRUAK!!
Aku jatuh dengan kresek ikan-ikan terpental ke
atas dan menyangkut di pohon. Pantatku
sakit, tapi tidak sesakit harga ikan-ikan mahal dan segarku..
“Ikan-ikanku! Dasar jahanam! Kau tidak..”
Aku langsung menghentikan niatan caci-makiku
pada tersangka penabrakan ketika melihat orangnya. Dia perempuan, tidak begitu pendek,
dan..terlihat chubby. Rambutnya dikepang
dua di samping kanan-kiri kepalanya.
Dandanannya sih tidak begitu mencolok, tapi sepertinya perempuan
tersangka penabrakan ini tidak punya selera fashion yang bagus.
“Ma..maaf! Maaf! Ikan-ikanmu tidak apa-apa, kan?”
Dia membuka suara, hey! Dia mirip dengan Onew hyung! Sikapnya saat gugup dan gayanya berbicara,
kalau dilihat lagi wajahnya juga lumayan mirip.
Astaga! Onew hyung versi
perempuan! Tunggu..dia menanyakan
ikan-ikanku? Ikan!
Aku mendongak ke arah pohon dimana kresek
ikan-ikanku menyangkut disana, muncul tetesan-tetesan air dari kresek itu,
sepertinya keadaannya kurang bagus.
Bagaimana aku mengambilnya.
“Maaf,
tapi kau bisa naik ke punggungku kalau ingin mengambilnya..”
Aku menoleh ke arah Onew hyung versi perempuan
yang telah berdiri di sampingku. Dia
menawarkan apa tadi? Naik ke
punggungnya? Hey, lihat, tingginya bahkan
tidak sampai telingaku! Aku menatapnya
tidak yakin..tapi dia melihatku dengan kedua mata sipitnya yang nyaris
tenggelam ketika dia tersenyum saat menawarkan bantuan konyol tadi. Aku ingin menolak, kenapa tidak dia saja yang
naik ke punggungku dan mengambilnya untukku?
“Kau
kurus, aku takut beberapa tulangmu akan patah dan kau akan melaporkanku ke
polisi,”
Seolah mendengar apa yang kupikirkan, Onew
hyung versi perempuan itu berbicara seolah tanpa beban dengan memandang ke arah
kresek ikan-ikanku. Oke, aku merasa
terhina, tapi dia ada benarnya. Aku
kurus, dan tulangku bisa patah karena..
“Ikanku!!!” satu ikan nyaris meluncur dari kresek karena
licin, aku langsung memandang panik perempuang di sampingku itu, dan ternyata
dia mengerti. Perempuan itu langsung
membungkuk tepat di bawah keresek ikanku yang akan tinggal kenangan. Dengan hati-hati aku melepas sepatu dan
meraih untuk memanjat punggung perempuan chubby ini. Seolah mendapatkan tamparan keras, aku
merasakan sebuah perasaan aneh.
Berdebar-debar, dan dada kiriku terasa seperti disetrum-setrum
kecil. Perasaan ini tidak pernah
kurasakan sebelumnya, pada siapapun yang sudah menggendongku seperti ini. Tapi pada perempuan chubby di bawahku ini,
rasanya lain!
“Ya!
Bocah –cepat! Air yang menetes sudah
mengenai wajahku!” perempuan di bawahku ini berteriak sambil menggapai-gapai
wajahnya yang becek karena tetesan-tetesan air dari ikan-ikanku itu. Dengan cepat aku berusaha meraihnya, aku
menjulurkan kedua tanganku ke atas dan menggapai-gapai untuk meraihnya. Susah juga!
Padahal tinggal 10 senti lagi!
“Masih belum bisa apa?” tanyanya dari bawah, tanpa menjawab aku hanya
menganggukan kepala. Lupa kalau dia
tidak mungkin bisa melihat jawabanku.
Oke –kau punya dua pilihan Taemin, pertama, kau bisa meraihnya dengan
sekali loncatan di punggung perempuan ini.
Dan itu berarti aku harus meloncat di atas punggung ini –baiklah, itu
tidak masuk akal. Tidak mungkin meloncat
di atas perempuan chubby ini, se-chubby chubbynya dia tidak mungkin kuat
menahan berat badanku. Atau pilihan yang
kedua, aku harus meraih dahan pohon terdekat dan memanjatnya lewat sana. Tapi..kalau aku tidak lihai memanjat dan
kemudian aku jatuh dan malah membuatku patah tulang sedangkan ikan-ikanku tetap
bertahan di atas pohon, bagaimana?
“Loncat!”
“...”
Aku
mendengar seseorang menyuruhku loncat.
“Loncat
di atas punggungku! Cepat!”
“...”
Seseorang
yang menyuruhku loncat di atas punggung perempuan ini.
“Hanya
itu satu-satunya cara! Cepat! Aku tidak apa-apa!”
Dan
dia berteriak tidak apa-apa.
“...”
“Hey! Cepat!
Pada hitungan ketiga, oke!”
Mataku berkaca-kaca, aku tidak pernah
menemukan perempuan sebaik ini selain ibuku sendiri. Bahkan penjual ikan tadi meski sudah
kutunjukan aegyo-ku tidak bergeming sedikit pun, tapi perempuan ini..padahal
kami baru bertemu beberapa menit yang lalu.
Dan dia sudah sebaik ini padaku.
Aku ingin sekali menangis sambil memeluk perempuan ini, aku begitu
terharu.. Tapi! Aku harus mempersiapkan
diri untuk meloncat, dan sepertinya perempuan ini juga sudah siap.
“Oke..1..2..tunggu
dulu, kau yakin kan tidak akan mematahkan tulang-tulangku?”
Aku
benar-benar terhina sekarang.
“Ba-baiklah. Aku ulangi, 1..2..3!”
Hyaaaattttttt!! Aku mengangkat seluruh badanku, aku
meloncat! Yeah –meloncat! Tanganku ku julurkan sehingga berhasil meraih
kresek ikanku. Yak! Aku berhasil!
Dan sekarang, dengan gerak diperlambat, aku dengan mulut terbuka karena
bahagia mulai menjatuhkan kakiku ke atas punggung perempuan ini.
“Yak! Aku tidak ap –“ KREK!
BRUK!
Aku mendengar suara retakan tulang, dan suara
bedebam jatuh. Ah –aku jatuh lagi.. Dan menimpa badan perempuan chubby ini. Entah bagaimana sekarang badan kami sudah
berhadap-hadapan, dengan dia berada di bawahku, aku menimpanya. Wajah kami sangat dekat! Wajahnya jadi merah, pasti karena menopang
badanku terlalu lama, keringat juga mengalir di wajahnya. Tapi aku tidak peduli, mendadak aku
berdebar-debar melihatnya sedekat ini denganku.
“Aku
sedang jatuh cinta Taemin-gun. Rasanya
berdebar-debar dan seperti tersengat listrik saat di dekatnya.”
Tiba-tiba seolah-olah Taesun hyung merupakan
tutorku, bisikannya datang lagi di situasi yang tepat.
Mungkinkah..mungkingkah..
“A-aku..22
tahun. Kau pasti masih SMA..”
Tidak nyambung, tapi aku senang ketika dia
membuka suaranya. Aku bisa mendengar
suara lembutnya, dan mendapat fakta baru, kalau dia lebih tua dariku.
Nuna,
neomu kyeopta!
END [??]
A/N: Hai! Ini fanfiksi baru, dengan gaya yang cukup baru (??) aku akan buat 5 oneshot (atau 6 oneshot), yang nantinya akan terhubung, seperti judulnya, Red Ribbon. Dan di setiap shotnya nanti akan berbeda-beda genre ceritanya, kalau shot pertama ini bergenre comedy, romance, nanti di shot kedua akan berbeda. Are excited? Hahaha~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar